PENGERTIAN DAN CABANG CABANG HADIS
DI SUSUN
OLEH
KELOMPOK 3
• NUR SAFITRI
• ALPIA NASER
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI PAREPARE
TADRIS IPS
2019/2020
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji dan syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karna atas rahmatNya kami dapat menyelesaikan tugas kelompok mata kuliah ULUMUL HADIS yang berjudul pengertian dan cabang-cabang hadis.
Dalam penyelesaian makalah ini penulis banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, untuk itu melalui kata pengantar ini penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini, dan tak lupa pula penulis mengucapkan terimah kasih kepada dosen mata kuliah ulumul hadis
Sebagai bantuan dan dorongan serta bimbingan yang telah diberikan kepada penulis dapat diterima dan menjadi amal sholeh dan diterima allah sebagai sebuah kebaikan. Dan semoga makalah ini bermamfaat khususnya bagi penulis dan semua pembaca pada umumnya.
Penulis
Sidrap, Maret 2020
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ii
BAB I 5
PENDAHULUAN 5
A. Latar Belakang 5
B. Rumusan Masalah 5
BAB II 6
PEMBAHASAN 6
A. Pengertian Ulumul Hadits 6
B. Cabang – Cabang Ulumul Hadits 7
1. Ilmu Rijal al-Hadis 7
2. Ilmu al-Jarh wa al-Ta`dil 7
3. Ilmu Fannil Mubhamat 8
4. Ilmu Mukhtalif al-Hadis 8
5. Ilmu `Ilalil Hadits 8
6. Ilmu Gharibul-Hadits 8
7. Ilmu Nasikh dan Mansukh Hadis 8
8. Ilmu Asbabul Wirid al-Hadits (sebab-sebab munculnya Hadis) 8
9. Ilmu Musthalah Ahli Hadits 9
BAB III 10
PENUTUP 10
A. Kesimpulan 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mempelajari hadits merupakan ilmu pengetahuan yang penting dalam kehidupan kita, karena hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an.
Hadits merupakan ilmu pengetahuan yang membicarakan cara-cara persambungan hadits sampai kepada Nabi Muhammad SAW, dari segi ihwal para perawinya, yang menyangkut keadilan.
Pada masa permulaan Islam, umat Islam belum mengenal adanya ulumul hadits atau ilmu hadits. Hal ini mungkin dikarenakan fokus perhatian umat Islam pada waktu itu masih terpecah antar dakwah dan pendalaman Al-Qur’an.
Pada zaman Nabi Muhammad SAW, terutama setelah bermunculan hadits- hadits palsu barulah perhatian umat Islam terhadap hadits Nabi meningkat pesat. Ini ditandai dengan munculnya beberapa ulama yang mulai melakukan penghimpunan hadits serta mulai merintis ilmu – ilmu yang berkaitan dengan hadits. Ilmu ini kemudian berkembang dari masa ke masa sampai zaman sekarang.
B. Rumusan Masalah
1.Apa pengertian Ulumul Hadits?
2.Apa saja cabang-cabang Ulumul Hadits
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ulumul Hadits
Yang dimaksud dengan ilmu hadits menurut ulama mutaqaddimin adalah ilmu pengetahuan yang membicarakan tentang cara – cara persambungan hadits sampai kepada Rasul SAW dari segi hal ihwal para perawinya, kedabitan, keadilan, dan dari bersambung tidaknya sanad dan sebagainya.
Pada perkembangannya, oleh ulama mutaakhirin, ilmu hadits ini dipecah menjadi dua, yaitu Ilmu Hadits Riwayah dan Ilmu Hadits Dirayah.
1. Ilmu Hadits Riwayah
Ilmu Hadits Riwayah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hadits – hadits yang disandarkan kepada Nabi SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, tabi’at maupun tingkah lakunya. Obyek ilmu Hadits Riwayah ialah bagaimana cara menerima, menyampaikan kepada orang lain, dan memindahkan atau mendewankan. Adapun faedah mempelajari ilmu Hadits Riwayah adalah untuk menghindari adanya penukilan yang salah dari sumbernya yang pertama, yaitu Nabi SAW.
2. Ilmu Hadits Dirayah
Menurut Al–Tirmisi ilmu Hadits Dirayah adalah undang–undang atau kaidah – kaidah untuk mengetahui keadaan sanad dan matan, cara menerima dan meriwayatkan, sifat- sifat perawi dan lain – lain. Menurut Ibnu al – Akfani ilmu Hadits Dirayah adalah untuk mengetahui hakikat periwayatan, syarat – syarat, macam-macam, dan hukum – hukumnya serta untuk mengetahui keadaan para perawi, baik syarat – syaratnya, macam – macam Hadits yang diriwayatkan dan segala yang berkaitan dengannya.Objek pembahasan ilmu hadits dirayah yaitu keadaan para perawi dan marwinya. Maksud dari keadaan perawi adalah menyangkut pribadinya, seperti akhlak, tabi’at, dan keadaan hapalnnya, maupun yang menyangkut persambungan dan terputusnya sanad. Keadaan marwi, yaitu dari sudut kesahihan dan kedaifannya, maupun dari sudut lain yang berkaitan dengan matan.
B. Cabang – Cabang Ulumul Hadits
Dari ilmu Hadits Riwayah dan Dirayah ini, pada perkembangan berikutnya, muncullah cabang – cabang ilmu hadits lainnya, seperti :
1. Ilmu Rijal al-Hadis
Yaitu ilmu yang membahas para perawi hadits, baik dari sahabat, dari tabi`in, mupun dari angkatan-angkatan sesudahnya. Hal yang terpenting di dalam ilmu Rijal al-Hadits adalah sejarah kehidupan para tokoh tersebut, meliputi masa kelahiran dan wafat mereka, negeri asal, negeri mana saja tokoh-tokoh itu mengembara dan dalam jangka berapa lama, kepada siapa saja mereka memperoleh hadis dan kepada siapa saja mereka menyampaikan Hadis. Ada beberapa istilah untuk menyebut ilmu yang mempelajari persoalan ini. Ada yang menyebut Ilmu Tarikh,ada yang menyebut Tarikh al-Ruwat, ada juga yang menyebutnya Ilmu Tarikh al-Ruwat.
2. Ilmu al-Jarh wa al-Ta`dil
Yaitu Ilmu yang menerangkan tentang hal cacat-cacat yang dihadapkan kepada para perawi dan tentang penta`dilannya (memandang adil para perawi) dengan memakai kata-kata yang khusus dan tentang martabat-martabat kata-kata itu. Maksudnya al-Jarh (cacat) yaitu istilah yang digunakan untuk menunjukkan “sifat jelek” yang melekat pada periwayat hadis seperti, pelupa, pembohong, dan sebagainya. Apabila sifat itu dapat dikemukakan maka dikatakan bahwa periwayat tesebut cacat. Hadis yang dibawa oleh periwayat seperti ini ditolak, dan hadisnya di nilai lemah (dha`if). Maksudnya al-Ta`dil (menilai adil kepada orang lain) yaitu istilah yang digunakan untuk menunjukkan sifat baik yang melekat pada periwayat, seperti, kuat hafalan, terpercaya, cermat, dan lain sebagainya. Orang yang mendapat penilaian seperti ini disebut `adil,sehingga hadis yang di bawanya dapat di terima sebagai dalil agama. Hadisnya dinilai shahih. Sesuai dengan fungsinya sebagai sumber ajaran Islam, maka yang diambil adalah hadis shahih.
3. Ilmu Fannil Mubhamat
Yaitu ilmu untuk mengetahui nama orang-orang yang tidak disebut di dalam matan atau di dalam sanad. Misalnya perawi-perawi yang tidak tersebut namanya dalam shahih Bukhory diterangkan selengkapnya oleh Ibnu Hajar Al `Asqollany dalam Hidayatus Sari Muqaddamah Fathul Bari.
4. Ilmu Mukhtalif al-Hadis
Yaitu ilmu yang membahas Hadis-hadis secara lahiriah bertentangan, namun ada kemungkinan dapat diterima dengan syarat. Mungkin dengan cara membatasi kemutlakan atau keumumannya dan lainnya, yang bisa disebut sebagai ilmu Talfiq al-Hadits.
5. Ilmu `Ilalil Hadits
Yaitu ilmu yang membahas tentang sebab-sebab tersembunyi yang dapat merusak keabsahan suatu Hadis. Misalnya memuttasilkan Hadis yang munqathi`, memarfu`kan Hadis yang mauquf, memasukkan suatu Hadis ke Hadis yang lain, dan sebagainya. Ilmu yang satu ini menentukan apakah suatu Hadis termasuk Hadis dla`if, bahkan mampu berperan amat penting yang dapat melemahkan suatu Hadis, sekalipun lahirnya Hadis tersebut seperti luput dari segala illat.
6. Ilmu Gharibul-Hadits
Yaitu ilmu yang membahas dan menjelaskan Hadis Rasulullah SAW yang sukar di ketahui dan di pahami orang banyak karena telah berbaur dengan bahasa lisan atau bahasa Arab pasar. Atau ilmu yang menerangkan makna kalimat yang terdapat dalam matan hadis yang sukar diketahui maknanya dan yang kurang terpakai oleh umum.
7. Ilmu Nasikh dan Mansukh Hadis
Yaitu ilmu yang membahas Hadis-hadis yang bertentangan dan tidak mungkin di ambil jalan tengah. Hukum hadis yang satu menghapus (menasikh) hukum Hadis yang lain (mansukh). Yang datang dahulu disebut mansukh, dan yang muncul belakangan dinamakan nasikh. Nasikh inilah yang berlaku selanjutnya.
8. Ilmu Asbabul Wirid al-Hadits (sebab-sebab munculnya Hadis)
Yaitu ilmu yang menerangkan sebab-sebab Nabi menuturkan sabdanya dan masa-masanya Nabi menuturkan itu. Seperti di dalam Al Qur`an dikenal adalah Ilmu Asbab al-nuzul, di dalam Ilmu hadis ada Ilmu Asbab wurud al-Hadits. Terkadang ada hadis yang apabila tidak di ketahui sebab turunnya, akan menimbulkan dampak yang tidak baik ketika hendak di amalkan.
9. Ilmu Musthalah Ahli Hadits
Yaitu ilmu yang menerangkan pengertian-pengertian atau istilah-istilah yang di pakai oleh ahli-ahli Hadis.
Contoh istilah – istilah :
1. Hadits ialah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, berupa perkataan, perbuatan, pernyataan, taqrir, dan sebagainya.
2. Atsar ialah sesuatu yang disandarkan kepada para sahabat Nabi Muhammad SAW.
3. Taqrir ialah keadaan Nabi Muhammad SAW yang mendiamkan, tidak mengadakan sanggahan atau menyetujui apa yang telah dilakukan atau diperkatakan oleh para sahabat di hadapan beliau.
4. Sahabat ialah orang yang bertemu Rasulullah SAW dengan pertemuan yang wajar sewaktu beliau masih hidup, dalam keadaan islam lagi beriman dan mati dalam keadaan islam.
5. Tabi’in ialah orang yang menjumpai sahabat, baik perjumpaan itu lama atau sebentar, dan dalam keadaan beriman dan islam, dan mati dalam keadaan islam.
• ialah lafadz hadits yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW, atau disebut juga isi hadits
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ulumul Hadis adalah ilmu-ilmu yang membahas atau berkaitan dengan Hadis Nabi SAW.Ilmu Hadis Riwayah adalah ilmu yang mempelajari tentang tata cara periwayatan, pemeliharaan, dan penulisan atau pembukuan Hadis Nabi SAW. Objek kajiannya adalah Hadis Nabi SAW dari segi periwayatan dan pemeliharaannya.Ilmu Hadis Dirayah adalah ilmu yang mempelajari tentang kumpulan kaidah-kaidah dan masalah-masalah untuk mengetahui keadaan rawi dan marwi dari segi di terima atau di tolaknya.
Cabang-cabang Ulumul Hadis diantaranya adalah:
– Ilmu Rijal al-Hadis
– Ilmu al-Jarh wa al-Ta`dil
– Ilmu Fannil Mubhamat
– Ilmu Mukhtalif al-Hadis
– Ilmu `Ilalil Hadits
– Ilmu Gharibul-Hadits
– Ilmu Nasikh dan Mansukh Hadis
– Ilmu Asbab Wurud al-Hadits
– Ilmu Mushthalah Ahli Hadits
DAFTAR PUSTAKA
Suparta, Munzier. 2002. Ilmu Hadis. Jakarta : PT. Grafindo Persada.
Mudasir. 1999. Ilmu Hadis. Bandung : Pustaka Setia.
Wulandari, Ikka. 2014. Makalah Ulumul Hadits Pengertian Sejarah Perkembangannya. http://ikkaw.blogspot.com/2014/03/makalah-ulumul-hadits-pengertian.html. Diakses pada tanggal 23 Maret 2020 13:50
Ahmad, Abu. 2013. Ilmu Musthalah Hadits(1). https://muhandisun.wordpress.com/2013/03/07/ilmu-musthalah-hadits-1/. Diakses23 Maret 2020 pukul 14:11.
[1]Munzier Saparta , Ilmu Hadis, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002, hlm. 23-15.
[2] Mudasir, Ilmu Hadis, Pustaka Setia, Bandung, 2002, hlm 43-45.
[3] Ikka Wulandari, “Makalah Ulumul Hadits Pengertian Sejarah Perkembangannya”, ikkaw, diakses dari http://ikkaw.blogspot.com/2014/03/makalah-ulumul-hadits-pengertian.html, pada tanggal 23 Maret 2020 pukul 14:11.
[4] Abu Ahmad, “Ilmu Musthalah Hadits(1)”, muhandisun, diakses dari https://muhandisun.wordpress.com/2013/03/07/ilmu-musthalah-hadits-1/, pada tanggal 23 Maret 2020 pukul 14:24.
Assalamualaikum wr.wb Nama: yusrilramadhan
BalasHapusNim:19.1700.012
Langsung saja
Berikan kejelasan tentang ilmu rijal al-hadits dan ilmu al-jarh wa al-Ta'dil
Asalamualikum wr wb Nama:Ainul Fitria Nim:19.1700.011 langsung saja pertanyaan Dalam hadist unsur-unsur yang harus ada “Matan”, “Sanad” dan “Rowi”, jelaskan kedudukannya dalam hadist. Mengapa para Imam hadist seperti imam Buchory sangat percaya dengan teori matan, rowi, dan sanad.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAssalamualaikum wr.wb.
BalasHapusNama: Siti Aminah
Nim: 19.1700.019
Pertanyaan saya yaitu :
Jelaskan mengapa ilmu Gharibul-Hadits sukar diketahui maknanya dan kurang terpakai oleh umum?
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusNama:NUR ATIKA
NIM : 19.1700.013
Pertanyaan saya:
Jelaskan Keadaan Hadis Pada Masa Sebelum Dibukukan
Assalamualaikum Wr.Wb
BalasHapusNama:Tiyas Nurfalah
Nim:19.1700.002
Adapun faedah mempelajari ilmu Hadits Riwayah adalah untuk menghindari adanya penukilan yang salah dari sumbernya yang pertama, yaitu Nabi SAW.
Pertanyaan saya:
bisa kah anda menjelaskan Penukilan seperti apa yang dimaksud dari sumbernya yang pertama,yaitu nabi saw.
Sekian terima kasih.
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusNama : Amalia zalsabila annisa
Nim. : 19.1700.003
Pertanyaan saya yaitu, bisakah anda menjelaskan sedikit tentang awal munculnya Ilmu rijal al-hadis?